KELAS 4 (Rabu, 07.02.2018)
Erti Kehidupan Menurut Al Quran dan As Sunnah
BAB 1 - Al-QURAN MEMBERI PETUNJUK & PERINGATAN:
i- KEBENARAN DARI ALLAH MELALUI UTUSANNYA, NABI MUHAMMAD S.A.W.
- Pengenalam maksud ‘Abdun’
- Abada – mengagungkan, mengabdikan, tunduk, patuh, pasrah
- Yangbud – sedang tunduk
- Ibadah – perbuatan tunduk patuh
- Abiiun – seorang yang buat ibadah fizikal
- Abdun – seorang yang betul-betul mengabdikan dirinya kepada Allah swt secara keseluruhannya
- Cara bagaimana nak betul2 merasa pengabdian kepada Allah (submitting yourself fully) adalah dengan menjadi ‘fakir’. Ibadah paling khusyuk adalah sewaktu kita menghadapi musibah/dugaan
هُوَ ٱلَّذِى يُسَيِّرُكُمْ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا كُنتُمْ فِى ٱلْفُلْكِ وَجَرَيْنَ بِهِم بِرِيحٍ طَيِّبَةٍ وَفَرِحُوا۟ بِهَا جَآءَتْهَا رِيحٌ عَاصِفٌ وَجَآءَهُمُ ٱلْمَوْجُ مِن كُلِّ مَكَانٍ وَظَنُّوٓا۟ أَنَّهُمْ أُحِيطَ بِهِمْ ۙ دَعَوُا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ لَئِنْ أَنجَيْتَنَا مِنْ هٰذِهِۦ لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشّٰكِرِينَ
Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata): "Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur". (Yunus 10:22)
- Kenapa Rasulullah adalah seorang ‘abdun’, kerana dia bergantung harap dan mengabdikan diri kepada hanya Allah kerana orang yang disayangi diambil Allah satu persatu – ibubapa, datuk, pakcik, anak dan isteri. Allah cinta dan sayang Rasulllah sebanyak banyaknya dan mengambil segala yang dia sayangi agar Rasulullah hanya bergantung harap kepadaNya.
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ ٱلْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَل لَّهُۥ عِوَجَا ۜ
Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Quran) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya; (Al Kahfi 18:1)
قَيِّمًا لِّيُنذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِّن لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلصّٰلِحٰتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا
sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik, (Al Kahfi 18:2)- Qoiyiman – lurus yang bernilai. Jenis2 balasan.
- Ajran hasanan – Pembalasan buat baik dengan baik. Ini adalah balasan yang paling sedikit dari Allah atas usaha amal soleh kita yang istiqamah
- Ajran ghairumamnun – Balasan yang tak berhenti
- Ajran Azimun – Balasan yang besar
- Ajran Karimun* (balasan dari segi VALUE) – balasan yang mulia, dimana balasannya tidak dapat dibayangkan dan membuat ktia rasa mulia
- Nikmat yang di berikan di dunia, adalah 1% dan 99% adalah di akhirat
- Apa yang terasa baik dan nikmat di dunia , hanyalah 1% daripada apa Allah akan kurniakan kepada kita di akhirat nanti.
وَيُطْعِمُونَ ٱلطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا
Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. (Al Insaan 76:8)
إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَآءً وَلَا شُكُورًا
Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. (Al Insaan 76:9)
- Kemuncak orang yang memahami balasan nilai akhirat akan memberi dan meonolong sesiapa sahaja – memberi kepada orang miskin/anak yatim/musuh/dll hanya kenara mengharapkan redha Allah. Ikhlas bermaksud tidak mengharap apa-apa balasan kecuali keredhaan Allah. Insya Allah.
No comments:
Post a Comment