KELAS 11 (Rabu, 11.04.2018)
Erti Kehidupan Menurut Al Quran dan As Sunnah
BAB 1 - Al-QURAN MEMBERI PETUNJUK & PERINGATAN:
iii- YANG MENERIMA/MENDAPAT KURNIAAN BESAR
يَهْدِى بِهِ ٱللَّهُ مَنِ ٱتَّبَعَ رِضْوٰنَهُۥ سُبُلَ ٱلسَّلٰمِ وَيُخْرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ بِإِذْنِهِۦ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ
Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. (Al Maidah 5:16)
- Salah satu nikmat terbesar dari Allah adalah HIDAYAH (Yahdi’) datang dari asas perkataan Ridho // Ridhwan (banyak)
- Orang2 yang membuat semua untuk mendapatkan keredhaan Allah.
- Semua dan segala yang kita buat dan usahakan mestilah kerana mencari keredhaan Allah dan bukan mencari redha makhluk
- NIAT adalah utama dan penting dalam setiap usaha yang kita lakukan. Apabila kita mencari redha Allah, Allah akan buka jalan dan kurniakan kita hidayah.
- Selalu dan keraplah memohon kepada Allah petunjuk dan pertolongan dalam semua urusan kita dan mohon dipermudahkan dan diperbaiki.
- Jalan yang lurus ialah jalan yang menghantar kita kembali ke syurga (dimana kita datang sebelum ini). Selalulah mohon hidayah ‘siratul mustaqim’
فَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يَهْدِيَهُۥ يَشْرَحْ صَدْرَهُۥ لِلْإِسْلٰمِ ۖ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُۥ يَجْعَلْ صَدْرَهُۥ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى ٱلسَّمَآءِ ۚ كَذٰلِكَ يَجْعَلُ ٱللَّهُ ٱلرِّجْسَ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ
Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (Al An'am 6:125)
- Tanda Allah memberi hidayah ialah seseorang akan terbuka hati untuk membuat perkara-perkara yang membawanya kepada mendapat redha Allah dan membawanya ke syurga
- Amalkan seluruh ajaran islam, nescaya akan mendapat hidayah ke jalan yang lurus
- Jadikan niat mencari ilmu untuk beramal
وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِۦ يٰقَوْمِ لِمَ تُؤْذُونَنِى وَقَد تَّعْلَمُونَ أَنِّى رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيْكُمْ ۖ فَلَمَّا زَاغُوٓا۟ أَزَاغَ ٱللَّهُ قُلُوبَهُمْ ۚ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفٰسِقِينَ
Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, mengapa kamu menyakitiku, sedangkan kamu mengetahui bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu?" Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik. (Ash Shaff 61:5)
- Orang fasik adalah orang yang tahu hukum tapi dia buat yang sebaliknya. Mereka ini akan terhalang mendapat hidayah.
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعَىٰٓ إِلَى ٱلْإِسْلٰمِ ۚ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظّٰلِمِينَ
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim. (Ash Shaff 61:7)
- Orang yang mengatakan perkara dusta terhadap Allah iaitu orang zalim tidak akan mendapat hidayah dari Allah
وَمَن يَهْدِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِن مُّضِلٍّ ۗ أَلَيْسَ ٱللَّهُ بِعَزِيزٍ ذِى ٱنتِقَامٍ
Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Maha Perkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) mengazab? (Az Zumar 39:37)
- Sekiranya seseorang itu telah diberi petunjuk, tidak ada seorang pun yang dapat menyesatkannya
Surah Al Ankabut (29:1-3)
- Sekiranya seseorang mengaku beriman, maka Allah akan mengujinya untuk mengetahui orang itu benar-benar beriman atau sebaliknya berdusta
- Orang yang beriman akan sabar dengan setiap ujian yang dilaluinya
- Apabila kita marah, kesal dan memberontak dengan ujian, maka iman dalam hati kita adalah dusta/tipu.
إِنَّ قٰرُونَ كَانَ مِن قَوْمِ مُوسَىٰ فَبَغَىٰ عَلَيْهِمْ ۖ وَءَاتَيْنٰهُ مِنَ ٱلْكُنُوزِ مَآ إِنَّ مَفَاتِحَهُۥ لَتَنُوٓأُ بِٱلْعُصْبَةِ أُو۟لِى ٱلْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُۥ قَوْمُهُۥ لَا تَفْرَحْ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْفَرِحِينَ
Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: "Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri". (Al Qashash 28:76)
- Ayat ini berkaitan dengan usaha nabi mengislamkan bapa saudaranya sendiri, Abu Talib
- Hidayah ada 2 jenis
- Hidayah Irsyad – hidayah yang menunjukkan kepada jalan yang sepatutnya
- Hidayah Taufik – hidayah yang menyebabkan dia menempuh jalan tersebut iaitu hidayah untuk memilih. Hidayah ini milik Allah sepenuhnya.
No comments:
Post a Comment